Konveksi Tas Wanita di Bandung

Tetap Indonesia, Nyaman dan Modern dengan Busana Muslim Tradisional [Bagian 5]


Tetap Indonesia, Nyaman dan Modern dengan Busana Muslim Tradisional - Tradisi Jawa kental dalam karya batik Nita. Selain mengembangkan motif asli batik, ia juga mengadopsi unsur tradisi Jawa lain, seperti wayang, menjadi motif batik. Meski begitu, Nita juga mulai menggali potensi dari luar Jawa. Nita mulai dengan motif cual dari Bangka Belitung. Kain dasarnya tenun putih, kemudian dibatik bermotif cual.

Sebagai bocoran, Nita saat ini sedang mempersiapkan dirinya untuk mengikuti fashion show di Jepang dan Meksiko yang akan diselenggarakan pada 2013 ini.

Tak sedikit konsumen mode Indonesia terpapar tren mode dunia. Fenomena itu dirasakan Lenny Agustin. Ia pun menyiasati hal ini. Lenny menggunakan kain Indonesia dan mengadopsi tren melalui teknik pengerjaan busana, antara lain dengan origami.

Ia memperlakukan kain dengan seni melipat kertas khas Jepang itu. Kain Indonesia, seperti jumputan atau tenun, dilipat-lipat membentuk baju, misalnya rok pensil. Bisa juga jadi bagian baju, seperti lengan, atau sebatas aplikasi. Ia tak memotong kain berdasarkan gambar pola.


Meski begitu, Lenny juga tetap terinspirasi siluet busana daerah di Indonesia, seperti baju kurung dan kebaya. Uniknya, siluet kebaya dengan teknik origami, misalnya, berubah jadi blus yang menggantung di perut.

Lenny melihat tren dunia sekarang seperti gandrung untuk balik ke masa lalu, tetapi juga memasukkan unsur teknologi masa kini. Jadi vintage tetapi futuristik. Gaya lawas tetapi futuristik itu, antara lain, terlihat pada lengan gembung. Dulu lengan gembung dibuat dengan kerutan, kini Lenny membuatnya dengan origami. Terbukti kain Indonesia memang bisa hadir dalam ritme kehidupan modern, baik dengan tampilan klasik maupun mutakhir.

Artikel Terkait