Konveksi Tas Wanita di Bandung

Tetap Indonesia, Nyaman dan Modern dengan Busana Muslim Tradisional [Bagian 3]


Tetap Indonesia, Nyaman dan Modern dengan Busana Muslim Tradisional - Sementara Dian Pelangi menghadirkan desain busana muslim dengan kain Indonesia yang berwajah internasional. Menurut perancang yang banyak berkreasi dengan jumputan ini, kain Indonesia tidak hanya bisa dikemas menjadi tren di dalam negeri. Beberapa label mode dunia bahkan mulai mengadopsi corak jumputan, tetapi membuatnya dengan cetak.

Gemas dengan itu, Dian berharap kain jumputan Indonesia yang dibuat dengan menggunakan teknik celup ikat bisa mendunia. Dari sejumlah pergelaran di luar negeri, Dian membuktikan, karyanya yang berbahan jumputan begitu diminati, bahkan oleh konsumen yang tak berbusana muslim. Dengan buatan tangan tentu tak bisa dihasilkan kain jumputan yang motifnya persis sama walaupun berkarakter sama. Keunikan itu ternyata juga bisa dihargai konsumen mode di luar negeri dengan penjelasan yang tepat.


”Wajah” internasional, antara lain, dituangkan Dian pada koleksi terbarunya yang menampilkan motif jumputan ”berbau” Afrika. Pewarnaan dan payet pun dibuat khusus untuk memperkuat cita rasa itu. Pilihan warna, seperti terakota, merah marun, dan hijau emerald, ditabrakkan dengan oranye mencolok, tetapi juga berpadu dengan warna netral.

Dalam desain busana muslim, Dian juga memberi ruang padu padan bagi konsumen. Diaa enggak lagi banyak mendesain satu setelan baju, tetapi per potong, untuk dipadu-padan sendiri untuk label Dian Pelangi dan juga DP by Dian.

Nita Azhar, perancang yang tinggal di Yogyakarta, menawarkan cara lain. Sebagai perancang, pemilik label Batik Soga ini lebih banyak mendesain kain panjang batik. Nita mengapku paling tidak ingin memotong kain panjang batik. Jadi, kalau memang dimaksudkan untuk baju, dari awal kain batiknya sudah saya desain berpola sebagai baju.

Selanjutnya

Artikel Terkait