Konveksi Tas Wanita di Bandung

Menerima Makloon Jahit Jaket Bahan Canvas [Bagian 1]


Jilbab Berdasarkan Sejarah

Menerima Makloon Jahit Jaket Bahan Canvas - Pakar Konveksi kali ini akan menginformasikan mengenai hijab ditilik dari berdasarkan fakta sejarah dimana dia tidak sekedar merupakan symbol dari agama Islam saja. Pakar Konveksi bukanlah sebuah weblog yang memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia fashion. Dasarnya pakar konveksi adalah sebuha weblog yang mempromosikan sebuah jaringan konveksi raksasa yang berada di bawah bendera CV Mulia Rencana. Oleh karenanya langsung saja kami ucapkan selamat membaca.

Mendengar kata hijab, persepsi kita akan langsung tertuju pada sebuah kain penutup kepala yang biasanya dikenakan oleh perempuan muslimah, hijab telah menjadi simbol agama Islam sekaligus penanda identitas bagi seorang muslimah. Meskipun sejarawan Will Durant dalam bukunya The Story of The Civilization mengungakapkan bahwa hijab, atau sepadan dengan kata jilbab, sesungguhnya merupakan pakaian yang sudah dikenakan sebelum Islam datang.

Seorang muslimah yang juga profesor dari The University of Texas Austin, Dr. Faegheh Shirazy, juga menyampaikan hal yang kurang lebih sama, dalam artikelnya “Behind The Veil”, ia mengungkapkan bahwa penutup kepala yang dikenakan seorang perempuan, yang lebih kita kenal sebagai jilbab, hijab atau kerudung, sesungguhnya merupakan simbol dari berbagai identitas, “Throughout history, the veil has symbolized many things to different people”.

Namun begitu, di negara Indonesia yang mayoritas beragama Islam, hijab melekat sekali dengan identitas ke-muslimah-an seorang perempuan. Oleh karenanya ketika merujuk pada kata hijab, kita otomatis menyimbolkannya sebagai penutup kepala yang dipakai muslimah.

Selanjutnya

Artikel Terkait