Konveksi Tas Wanita di Bandung

Makna Silaturahmi dan Pematangan Diri Bagi Para Pecinta Busana Muslim [Bagian 3]


Makna Silaturahmi dan Pematangan Diri Bagi Para Pecinta Busana Muslim -”Berdagang itu enak. Yang dicari bukan semata-mata untung. Tapi, alhamdulillah selama ini saya mendapat manfaat paling penting yaitu silaturahmi, banyak saudara dan teman, tambah wawasan dan tambah ilmu. Berdagang itu mengikuti sunah Rasulullah SAW yang seperti kita tahu banyak sekali manfaat dalam berdagang,” papar perempuan yang masih menempuh S1 Jurusan Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS.

Istri Hanang Sapto Aji itu menilai melalui relasi di dunia niaga satu sama lain bisa saling berbagi pengetahuan dan saling menguatkan. Peraih medali perak olahraga menembak pada Kejurnas Gubernur Jateng Cup 2003 itu ingin sekali bisa membantu melebarkan bisnis suaminya yang gerak di bidang batik cap.


Sebagai generasi muda, Sari merasa harus melestarikan warisan budaya tekstil yaitu batik. Batik, menurut dia, bukan sekadar lembaran kain bermotif akan tetapi proses pembuatannya yang sangat unik dan nilai-nilai tradisionalnya yang harus dilestarikan.

”Itulah keunikan batik yang mahal,” kata dia. Perempuan yang menjuarai Solo Fashion Contest 2012 padaSolo Moslem Festival  I  di Solo Paragon Mall itu tak segan-segan menjajal bisnis baju muslim dan batik. Ia merasa ada peluang untuk mengembangkan usaha mertuanya yang memiliki produk batik cap bernama Batik Kenanga.

“Selama ini, mertua saya biasanya langsung melayani pembeli yang kemudian dikirim ke Eropa dan Amerika. Desain motifnya ibu mertua saya sendiri yang membuat. Beliau juga seorang pelukis yang sangat bisa melihat keinginan pasar luar seperti apa. Saya, suami dan keluarga ingin mengembangkannya untuk pasar lokal,” lanjut Sari yang menjadi asisten dosen mata kuliah Etika Profesi di salah satu akedemi kebidanan swasta di Solo.

Artikel Terkait