Konveksi Tas Wanita di Bandung

Busana Muslim Minimalis dan Futuristik di Tahun 2013 [Bagian 3]


Busana Muslim Minimalis dan Futuristik di Tahun 2013 - Ketua Asosiasi Pengusaha Perancang Model Indonesia (APPMI) Kalbar ini melihat tren di Indonesia dipengaruhi produk lokal. Dihasilkan dari daerah tersebut. Seperti motif-motif daerah dan batik tenun. Kalau gejalanya mengikuti teknologi, terlalu cepat perubahannya. Jadi akhirnya orang balik ke tradisi yang bisa dipegang. Tradisi itu kan bisa dipegang, misalnya tenun, 20 tahun akan datang mungkin tenun masih bisa dipakai atau lima tahun lagi masih tetap ngetren.


Ia mencontohkan, baju motif kotak-kotak hanya bertahan sebentar karena dengan cepat menjadi tidak ngetren lagi. Teknologi tidak bisa dipegang. Sekarang baju kotak-kotak ngetren karena Jokowi. Jadi sekarang orang sudah beralih ke yang murni dan mulai jenuh ke yang berbau teknologi.

Lanjutnya, untuk jilbab sekarang memang semakin digandrungi, sampai ada grup hijaber. Sekarang yang akan ida bicarakan adalah busana berkerudung, tetapi bukan untuk busana muslim. Karena busana muslim harus sesuai dengan syariat.

Uke melihat, sekarang mulai dari ABG hingga dewasa suka memakai gelang banyak. Gelang-gelang trennya suka menggunakan gelang etnik, antara kiri dan kanan sama. Baik warna maupun bentuknya. Bentuknya berupa etnik. Begitu juga dengan cincin dipakai sama bersebelahan.

Uke mengakui, sekarang memang tren sedang terpecah-pecah dan tidak ada tokoh yang menjadi acuan. Karena orang semakin pintar dan tahu di mana posisi dia. Jadi orang tidak mau mentah-mentah mengikuti artis. Kalau dulu apa yang dipakai artis langsung diikuti. Sekarang malah cenderung mengikuti gaya futuristik seperti Lady Gaga. Kesederhanaan, potongannya simpel dan warnanya soft. Begitu juga dengan makeup-nya.

Selanjutnya

Artikel Terkait