Sunday, December 16, 2012

Konveksi T-shirt [Bagian 3]


Konveksi T-shirt - “Saya memilih satchel karena tas ini selalu menjadi tas favorit saya sejak kecil. Awet dan tahan lama, tidak seperti tas ransel milik anak-anak saya yang mudah rusak dan kotor hanya dalam hitungan bulan,” tutur Deane.

Awalnya Deane hanya mampu menjual satu tas tiap minggunya. Bisnis pun semakin digenjot lewat pembuatan website dan menyebar pamflet. Hasilnya merk The Cambridge Satchel Company pun menemukan rumah pertamanya di sebuah toko di kawasan Covent Garden.

Deane yang semula hanya ibu rumah tangga kini sukses menjadi pengusaha, mendongkrak perekonomian keluarga yang semula hanya mengandalkan penghasilan sang suami, Kevin, yang bekerja sebagai konsultan di bidang teknik.

Empat tahun setelah bisnis berjalan, kini Deane berhasil menyekolahkan Emily di sekolah swasta berbiaya Rp 186 juta per tahun, memproduksi 900 tas per hari, dan mengumpulkan keuntungan hingga Rp 185,7 milyar per tahun.

Yang lebih mencengangkan, Deane termasuk dalam jajaran 100 orang paling berpengaruh di industri fashion versi majalah Drapers. Di daftar itu, Deane bersanding dengan Kate Middleton dan desainer ternama, Stella McCartney.

“Momen paling membanggakan bagi saya ialah saat saya membelikan pakaian rancangan John Lewis untuk seragam sekolah anak saya, hanya seminggu setelah memulai bisnis ini,” pungkas Deane.

Setelah anda selesai membaca informasi gratis yang kami berikan mengenai Sosok Luar Biasa di Balik Tren Tas "Cambridge Satchel", izinkan kami untuk kembali melakukan promosi yang berkaitan dengan kami dan bisnis kami.

Selanjutnya

Bagikan

Jangan lewatkan

Konveksi T-shirt [Bagian 3]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.