Sunday, December 16, 2012

Konveksi Polo Shirt [Bagian 3]


Konveksi Polo Shirt - Dia menceritakan, usahanya berawal dari kurang diakomodirnya perempuan dalam produksi baju kaos. Dia yang sangat menggandrungi kaos khas Minang pun menyampaikan kekesalannya pada suaminya, Rio Fitra. Ternyata dari diskusi itu, mereka sepakat untuk menjadi pelopor kaos perempuan. “Kenapa tidak kita saja yang bikin,” ujar Rio ketika itu.

Kebetulan, keduanya bisa mendesain. Sebelum usaha baju kaos, Siska adalah fotografer, dan Rio adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang suka dunia desain dan karikatur. Akhirnya dibantu sang suami Rio Fitra SY dalam mendesain, maka dibentuklah Ramoramo Clothing dengan tagline, “karano padusi mahkluk Tuhan paliang manih, makonyo Ramoramo untuak padusi sajo”.

“Sudut pandang perempuan yang kreatif, enerjik, dan berjiwa muda harus mendapat tempat di antara berkembangnya ekspresi melalui kaos oblong,” ujar Rio ketika ditemui di outletnya kemarin (18/11).

Perlahan Siska dan Rio mematangkan konsepnya. Ketika ide ini muncul, Siska sedang hamil anak pertama. Hamil tidak menghalanginya untuk berkarya hingga akhirnya pada 12 November lalu, mereka meluncurkan Ramoramo Clothing tersebut.

Desain gambar dan kata-kata yang diusung Ramoramo, ternyata banyak yang suka. Salah satu desainnya “Bukan gadih rancak di labuah, dan Manunggunyo malamar tu raso nonton bola 2x45 minik, nan dak ado gol-golnya, nan pamainnyo dak ado nan ganteng, sambia tagak pakai sipatu tumik tinggi 10cm.”

Ada banyak desain pola dan desain gambar yang dibuat Ramoramo. Mulai dari pendek hingga yang panjang. “Ramoramo akan terus berinovasi dan meng-update desain sesuai dengan kebutuhan dan tren busana di kalangan perempuan,” ungkap Siska.

Selanjutnya

Bagikan

Jangan lewatkan

Konveksi Polo Shirt [Bagian 3]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.