Sunday, December 16, 2012

Konveksi Polo Shirt [Bagian 2]


Konveksi Polo Shirt - Siska Yuliana sangat menggandrungi kaos khas Minang. Namun desain kaos yang dijual umumnya untuk laki-laki. Akhirnya, dia pun melihat ini sebagai peluang usaha dan mendirikan Ramoramo Clothing Padang.

Jika kita lewat di Jalan Aru, Lubuk Begalung, Padang, tepatnya di samping BRI depan kampus Universitas Putra Indonesia (UPI), kita akan mendapati distro pakaian yang bermerek Ramoramo Clotihing. Yaitu, outlet yang menjual kaos khusus perempuan.

Siska Yuliana, owner (pemilik) Ramoramo menceritakan, ketika beberapa brand mengusung tema budaya lokal Minangkabau dengan karakter desain yang maskulin, Ramoramo berani mendobrak arus dengan mengusung karakter feminim dalam tema khasanah budaya lokal. Tak heran, produk Ramoramo menjadi yang pertama sebagai brand kaos khas lokal khusus perempuan di Sumbar, bahkan Indonesia.

Dengan adanya Ramoramo, karakter feminim pun semakin kuat dengan konsep yang spesifik, yang hanya menyediakan khusus perempuan. “Semuanya tentang perempuan dalam tema romantisme kota dan budaya Minangkabau. Mulai dari desain pola, desain gambar dan kata-kata, hingga interior outletnya berkarakter feminim namun enerjik. Apalagi desain gambarnya, belum ada yang benar-benar mewakili pemikiran perempuan,” ujar perempuan berkacamata ini.

Dia menceritakan, usahanya berawal dari kurang diakomodirnya perempuan dalam produksi baju kaos. Dia yang sangat menggandrungi kaos khas Minang pun menyampaikan kekesalannya pada suaminya, Rio Fitra. Ternyata dari diskusi itu, mereka sepakat untuk menjadi pelopor kaos perempuan. “Kenapa tidak kita saja yang bikin,” ujar Rio ketika itu.

Selanjutnya

Bagikan

Jangan lewatkan

Konveksi Polo Shirt [Bagian 2]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.