Konveksi Tas Wanita di Bandung

Konveksi Toga [Bagian 3]


Konveksi Toga  - Di desa terpencil inilah Rosmiati mengabdikan diri sebagai bidan sejak lulus dari akademi kebidanan di Padang, Sumatera Barat. Rosmiati menjalani hari-harinya sebagai bidan di Desa Tunggal Rahayu Jaya, Teluk Belengkong, Indragiri Hilir, Riau, sejak 2008.  Di sini hanya ada satu pos kesehatan desa (Poskesdes) dengan peralatan minim dan seorang bidan yang juga mengepalai Poskesdes tersebut. Akibatnya, jika seorang wanita hamil mengalami komplikasi dan harus dirujuk ke rumah sakit, dia harus menempuh perjalanan sulit, seperti yang diilustrasikan di atas, ke Tembilahan, Indragiri Hilir.

Akibat medan yang sulit itu, pernah ada seorang wanita hamil meninggal dunia karena terlambat sampai Tembilahan. Sang calon ibu kehabisan darah di perjalanan.

Cerita tragis tersbeut dan sulitnya kehidupan masyarakat di wilayah terpencil ini mendorong Rosmiati untuk berbuat lebih bagi desanya. Wanita kelahiran Benteng, Kijang, Kepulauan Riau (Kepri), 27 Oktober 1984 itu pun menginisiasi program Tabungan Ibu Bersalin bagi para wanita yang akan menjalani persalinan. Ide ini dia lontarkan pada 2009, setahun setelah dia ditempatkan di Desa Tunggal Rahayu Jaya, melalui musyawarah dengan pemerintah dan masyarakat desa.

Tidak ada penolakan atas usul Rosmiati. Apalagi, Rosmiati tidak mematok nominal yang wajib ditabung para warga desa setiap bulannya. Hal ini dilakukan Rosmiati karena pendapatan rata-rata masyarakat desa Tunggal Rahayu Jaya hanya Rp1-5 juta per bulan, dengan rata-rata biaya hidup sekira Rp1-3 juta per bulan. Kesulitan ekonomi makin mencekik mereka ketika harga komoditas unggulan di desa tersebut, yakni kelapa dan kelapa sawit, anjlok.

Selanjutnya

Artikel Terkait