Konveksi Tas Wanita di Bandung

Konveksi Toga [Bagian 2]


Konveksi Toga  - Di weblog ini, busana muslim bandung tentu saja tidak semata-mata melakukan promosi, namun juga turut memberikan informasi seputar dunia fashion nasional dan juga internasional. Selain seputar fashion kami juga memberikan informasi lainnya yang tentu menarik untuk pembaca simak. Pada artikel kali ini, busana muslim bandung ingin memberikan informasi tentang pengabdian seorang anak manusia setelah lulus akademi dan sukses mengenakan Toga.

Di desa ini, seorang wanita hamil yang dirujuk ke rumah sakit ketika akan melahirkan harus menempuh perjalanan darat dengan sepeda motor, atau berjalan kaki jika jalan berlumpur. Setelah itu, dia juga masih harus menempuh tiga hingga empat jam perjalanan di sungai dengan speed boat. Belum lagi soal biaya, jika ingin menyewa speed boat khusus, maka sang calon ibu harus merogoh kocek sekira Rp1-6 juta.

Soal penerangan, jangan ditanya. Desa ini minim listrik. Sebagian besar desa gelap gulita ketika malam. Jalan pun tidak bagus karena merupakan daerah lahan gambut yang berlumpur. Jika air laut surut, akses dan sarana transportasi keluar dari area pemukiman itu pun semakin sulit.

Di desa terpencil inilah Rosmiati mengabdikan diri sebagai bidan sejak lulus dari akademi kebidanan di Padang, Sumatera Barat. Rosmiati menjalani hari-harinya sebagai bidan di Desa Tunggal Rahayu Jaya, Teluk Belengkong, Indragiri Hilir, Riau, sejak 2008.  Di sini hanya ada satu pos kesehatan desa (Poskesdes) dengan peralatan minim dan seorang bidan yang juga mengepalai Poskesdes tersebut. Akibatnya, jika seorang wanita hamil mengalami komplikasi dan harus dirujuk ke rumah sakit, dia harus menempuh perjalanan sulit, seperti yang diilustrasikan di atas, ke Tembilahan, Indragiri Hilir.

Selanjutnya

Artikel Terkait