Konveksi Tas Wanita di Bandung

Konveksi Seragam Kemeja [Bagian 4]

Konveksi Seragam Kemeja - Mobil akhirnya berhenti di minimarket Alfamart Jalan RS Fatmawati, dekat warung rokok, untuk membeli air minum mineral dan pelaku juga mengecek isi kartu ATM. "Tapi aku bingung dia turun lalu jalan ke warung atau ke Alfamart yang bersampingan posisinya. Karena waktu dicek ke CCTV, aku lihat kok sepertinya orangnya beda, kok agak gendutan," imbuhnya.

Michelle dan ibunya diturunkan pelaku di depan Gang Ampera Cilandak Barat dekat Astra Internasional Show Room BMW, Jalan RA Kartini.

Kedua korban diturunkan dari taksi dengan dikawal hingga ke tengah gang. "Aku turun pertama dengan tangan masih dipegangi. Aku bilang, mana ibu saya, kalau tidak aku teriak. Lalu Mamah disuruh jalan di depanku dengan tangan dipegangi juga," ungkap Michelle.

Pelaku memerintahkan Michelle dan ibunya berjalan ke dalam gang dengan tangan menempel ke tembok. Keduanya pun dilarang untuk menoleh ke belakang.

"Kami jalan pelan-pelan ke arah dalam gang. Dia bilang, jangan menghadap ke belakang, kalau melihat belakang ku bunuh kau," ujarnya.

Karena penasaran ingin melihat wajah pelaku, nomor polisi dan nomor lambung polisi, Michelle berinisiatif menjatuhkan diri ke tanah. "Pokoknya aku ingin lihat sedapatnya mata," jelasnya.

Belum sempat melihat-lihat wajah pelaku ataupun nomor polisi taksi, rupanya sang sopir melihat 'tindakan cerdas' Michelle. Sopir tersebut langsung keluar dari mobil dan berlari menghampir Michelle.

Sebilah pisau tajampun langsung ditempelkannya ke leher Michelle. "Dia bilang, apa kau? Jangan macam-macam yah! Jadi, aku belum sempat lihat apa-apa. Aku bilang, tidak bang, ini ada batu dan aku pakai sepatu hak tinggi. Dia bilang jangan macam-macam. Aku bilang, maaf bang, aku bilang ke Mamah yang sudah di depan ku, Mamah jalan terus saja dan Istigfar. Lalu kami disuruh jalan terus ke arah dalam gang," paparnya.

Selanjutnya

Artikel Terkait