Konveksi Tas Wanita di Bandung

Penjual Tunik dan Gamis Bangga dengan Popularitas Batik Kini [Bagian 3]


Penjual Tunik dan Gamis Bangga dengan Popularitas Batik Kini - Dries Van Noten juga menggunakan motif tenun ikat dan tenun songket, yang diwujudkan dalam kombinasi dress, pants, blazer, dan outerwear.

Sementara itu, perancang Amerika Nicole Miller mengeluarkan Resort Collection 2009 yang jelas sekali tampak menggunakan motif batik mega mendung. Ia mengambil tema "Bali", karena ia mengaku menerima oleh-oleh kain motif print dari asistennya yang habis melakukan perjalanan ke Bali.

Kesan Bali sendiri hanya muncul pada motif catur yang biasa dipakai pria-pria Bali. Batik mega mendung itu dipadupadankannya dengan motif garis dan motif catur bali, dan muncul dalam bentuk dress, kaftan, tunik, topi, atau sekadar menjadi aksen.

Foto-foto para selebriti mengenakan busana bermotif batik menjadi bukti lain bahwa batik sudah merasuk di dunia internasional. Bahkan produk budaya Indonesia lain seperti kain tenun pun mulai mencuri perhatian. Di pentas mode dunia seperti New York Fashion Week atau Milan Fashion Week, kata "tenun" sudah disebut sebagai "ikat", membuktikan bahwa kata ini sudah diakui sebagai bahasa internasional.

Meskipun umumnya para perancang tersebut belum memahami teknik pembuatan batik yang sebenarnya, atau bahwa motif batik yang mereka gunakan merupakan motif batik Indonesia, sebaiknya kita mensyukurinya saja. Para perancang pasti akan membutuhkan waktu untuk mengenali dan memahami asal-muasal motif batik yang mereka pakai. Apalagi, motif print seperti batik atau ikat memang tidak hanya berasal dari Indonesia. Afrika juga memiliki batik dan ikat, salah satunya seperti yang kerap dikenakan oleh Nelson Mandela.

Selanjutnya

Artikel Terkait