Saturday, October 27, 2012

Konveksi Hijab Kerudung [Bagian 1]


Konveksi Hijab Kerudung - Jumlah perajin kerudung dan kain rajut di Desa Panembong, Garut, terus bertambah banyak. Saat ini sudah sekitar enam puluh persen warga kampung itu yang menggantungkan rezeki dari bisnis pembuatan kerudung.

Tak pelak persaingan berebut pasar pun semakin ketat. Efek positifnya, itu membuat para perajin semakin kreatif mencari celah pasar. Ada berbagai strategi para perajin agar mereka bisa menjual produk mereka. Misalkan dengan melakukan promosi  via dunia maya atau membuka target pasar baru secara konvensional.

Abdul Ropik adalah salah seorang produsen kerudung di Desa Panembong. Dirinya menuturkan bahwa sejak membuka usaha kerudung tahun 2000 silam, ia sudah mulai memikirkan strategi pemasaran yang lebih menjanjikan. Sebab, kalau cuma mengandalkan pasar-pasar tradisional, maka dia akan merasakan persaingan ketat yang cenderung tidak sehat, karena telah banyak pemasok kerudung di sana.

Salah satu akibat dari persaingan yang terlalu ketat adalah harga produk yang berpotensi turun. Jika kerudung bisa dijual rata-rata dengan harga Rp 300.000 per kodi, maka kalau jumlah pemasok banyak, harganya bisa turun menjadi Rp 270.000 per kodi. Maka, agar harga jual produk tetap stabil, Abdul memilih mencari pelanggan baru di luar mereka yang selama ini sudah menjadi mitra usaha.

Salah satu cara yang Abdul lakukan adalah dengan berpromosi lewat media internet. Baik itu lewat facebook, twitter, maupun website. Abdul sudah memiliki website sendiri untuk mengenalkan produknya. Menurutnya, promosi lewat internet ini cukup efektif menjaring pelanggan baru. Selain gencar melakukan promosi, Abdul juga menjaga kualitas produknya. Ia tetap konsisten membeli bahan produk kerudung dari Pasar Baru, Bandung yang sudah terkenal kualitas kainnya.

Selanjutnya

Bagikan

Jangan lewatkan

Konveksi Hijab Kerudung [Bagian 1]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.