Thursday, September 13, 2012

The World Muslimah Beauty 2012, diantaraTujuan Mulia dan Kritikan Pedas [Bagian 2]



The World Muslimah Beauty 2012, diantaraTujuan Mulia dan Kritikan Pedas - Namun sebuah media online dan banyak media “suara bebas” lainnya yang menanggapi ajang ini dengan pandangan miring. Mereka beranggapan bahwa kontes ini menguatkan opini yang selama ini dijadikan motto kalangan hijabers yaitu ”menutup aurat tapi tetap modis dan juga fashionable”. Hal ini menyebabkan kesan yang seolah jilbab, modis dan trendy adalah kewajiban bagi seorang muslimah. Bahkan untuk bisa dianggap trendy, berburu busana muslimah keluaran terbaru atau branded yang dibuat oleh desainer atau pun butik ternama menjadi hal yang di utama kan. Maka terjadilah konsumtifitas pada kalangan Muslimah.

Hendaknya para muslimah menyadari bahwa melalui ajang kontes ini secara tidak sadar mereka telah di eksploitasi oleh pelaku bisnis industri fashion. Karena pada nyatanya Muslimah dijadikan sebagai alat untuk mempromosikan produk produk buatan industri fashion tersebut. Apalagi terkadang produk yang ditawarkan oleh para pelaku bisnis industri fashion banyak yang tidak memenuhi syarat syar’i karena lebih mengedepankan modis dan juga trendy.

Kerudung (khimar) yang katanya modis dengan memperlihatkan bentuk dada serta busana (jilbab) yang memperlihatkan lekuk tubuh masih menjadi produk yang dihasilkan beberapa pelaku bisnis industry busana muslim. Menutup aurat haruslah memenuhi standar syar’i tidak hanya sekedar tertutup saja. Islam memiliki aturan jelas dalam berpakaian bagi Muslimah. Inilah yang mestinya menjadi perhatian pelaku bisnis industri khususnya fashion muslimah untuk mengutamakan ke syar’I an dari produk buatannya.

Busana Muslim Bandung ingin mendengar langsung tanggapan para pembaca, apakah ajang ini akan berdampak positif pada dunia modeling busana muslim. Atau malah akan membawa hijab, jilbab dan khimar pada pandangan yang bias dan salah?

Bagikan

Jangan lewatkan

The World Muslimah Beauty 2012, diantaraTujuan Mulia dan Kritikan Pedas [Bagian 2]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.