Monday, September 17, 2012

Silok Distro, Berawal dari Facebook [Bagian 3]


Silok Distro, Berawal dari Facebook -  “Dari usaha kafe tersebut, saya jelas merugi, karena modal belum kembali, namun usaha kafe sudah harus ditutup,” kenangnya

Mengalami kerugian usaha yang cukup besar, Rendra tidak menyurutkan niat untuk kembali menggeluti dunia wirausaha. Karena setelah kembali mengumpulkan uang dari hasil menjual susu kedelai selama dua tahun, akhirnya pada awal tahun 2012 ini ia memutuskan untuk menggeluti dunia clothing.

“Awalnya saya hanya iseng iseng membuat beberapa sampel desain pakaian distro dan saya upload di Facebook. Alhasil, dari beberapa desain yang saya buat, banyak dipesan oleh teman,” terangnya

Meski bisa mendesain pakaian, namun harus Rendra akui tidak bisa menyablon. Ia berusaha untuk belajar menyablon melalui internet. Dan saat ini ia sudah bisa menyablon sendiri pakaian dan menjualnya kepada konsumen.

“Mulai dari itu, saya semakin menguatkan tekad untuk menjalankan usaha itu. Pada awal Maret lalu saya mulai mengumpulkan beberapa desain pakaian dan membeli alat sablon DTG dan manual kemudian mencetaknya,” tuturnya.

Alhamdulillah, beberapa hasil pakaian yang dicetak laku terjual, bahkan cukup banyak teman yang memesan pakaian baik skala besar maupun kecil. Namun, yang namanya wirausaha, pasti ada risiko yang harus dihadapi. Buktinya, saat belum lama memulai usaha, saat memesan mesin rotary sablon yang dibeli dari salah satu situs penjual mesin tersebut, dia justru menjadi korban penipuan. Karena 50 persen …

Selanjutnya

Bagikan

Jangan lewatkan

Silok Distro, Berawal dari Facebook [Bagian 3]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.