Monday, September 17, 2012

Silok Distro, Berawal dari Facebook [Bagian 2]


Silok Distro, Berawal dari Facebook - Ceritanya, pada tahun 2008 lalu ia ditawarkan untuk mengembangkan usaha susu kedelai di Kalimantan Barat oleh temannya. Sistem penjualannya adalah produk tersebut dikirim dari Bandung dan dijual di Pontianak dengan dititipkan di apotek apotek di sana. Begitu barang yang dikirimkan laku, baru disetorkan pendapatannya. Di bulan pertama penghasilan Rendra di usaha ini, adalah nol rupiah. Barulah di bulan keempat Rendra mendapatkan penghasilan, itupun hanya Rp 145 ribu. Mungkin bagi sebagian orang, menjalani sebuah usaha dengan penghasilan sedikit rata rata langsung menyerah dan berhenti di tengah jalan.Namun tidak bagi Rendra. Penghasilan minim justru membuatnya semakin termotivasi untuk meningkatkan penjualannya.

Alhasil, dengan strategi pemasaran yang terarah, pada bulan kelima, penghasilan dari jualan susu kedelai tersebut bisa mencapai Rp 750 ribu dan terus meningkat hingga sekarang dengan pendapatan bersih bernilai Rp 3 hingga 4 juta per bulan. Berkali kali Rendra tekankan, dalam menjalankan usaha tersebut dia sama sekali tidak mengeluarkan modal sepeser pun, melainkan hanya bermodalkan kemauan dan juga kerja keras. Dengan menyisihkan sebagian keuntungan jualan susu kedelai tersebut selama satu tahun, akhirnya tabungannya terus bertambah dan kembali ia putar untuk modal usaha lainnya.

Tahun 2009, dengan modal Rp 20 juta, Rendra memutuskan untuk merintis usaha kafe internet dengan seorang teman. Namun tidak bertahan lama, karena selang berjalan empat bulan, ia merugi dan memutuskan untuk menutup usaha tersebut.

Selanjutnya

Bagikan

Jangan lewatkan

Silok Distro, Berawal dari Facebook [Bagian 2]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.