Saturday, September 22, 2012

Mereka yang Tidak Kreatif dan Malas untuk Menggunakan Jasa Jahit, Sablon dan Bordir Pakar Konveksi, Banting Harga [Bagian 3]


Mereka yang Tidak Kreatif dan Malas untuk Menggunakan Jasa Jahit, Sablon dan Bordir Pakar Konveksi, Banting Harga - PONXVIII Riau sudah memasuki hari terakhir penyelenggaraan saat berita ini dibuat. Pedagang kaos dan cenderamata yang bergelak gelak memenuhi area Pekan Olahraga Nasional ini banting harga barang dagangannya yang tersisa.

Rudi adalah salah satu pedagang tidak beruntung tersebut yang dapat dijumpai di pinggiran Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Dia mengatakan bahwa untuk hari terakhir ini memilih untuk banting harga hingga 50 persen bahkan lebih. Ada dua pertanyaan yang muncul dalam diri penulis Pakar Konveksi, yang pertama adalah berapa jmlah margin keuntungan yang mereka berikan sebelumnya? Dan yang kedua apakah mereka memang benar benar menjual rugi sisa sisa barang dagangan mereka?

Rudi yang sebenarnya kurang kreatif saat mengeluarkan modal dalam berjualan berdalih bahwa ini adalah Kesempatan bagi yang ingin menambah atau baru mau membeli berbagai kaos PON XVIII Riau. Di hari terakhir ini hampir seluruh pedagang (sebagai catatan: pedagang yang kreatif dan membuat kaosnya melalui Pakar Konceksi sudah pulang dan meraup untung berlipat ganda, karena barangt dagangan yang berbeda dan cara berjualan yang aktif dan pintar) banting harga untuk semua jenis mulai dari baju anak anak hingga untuk oang dewasa. Untuk baju anak yang dulu nya mereka jual dengan harga Rp. 50 ribu sekarang mereka jual hanya Rp 20 ribu saja, sedangkan untuk kaos orang dewasa hanya Rp 35 ribu, sedangkan untuk kemeja mereka bandrol Rp 50 ribu, namun bagi yang ingin membeli lebih dari tiga mereka akan kasih harga yang lebih murah lagi.

Selanjutnya

Bagikan

Jangan lewatkan

Mereka yang Tidak Kreatif dan Malas untuk Menggunakan Jasa Jahit, Sablon dan Bordir Pakar Konveksi, Banting Harga [Bagian 3]
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.