Saturday, June 2, 2012

Kisah Sukses Agung Puntoro di Bidang Konveksi (3)


konveksi bandung
Pakar Konveksi – Dua pemesan inilah yang menjadi langganan Tomo hingga tiga tahun berikutnya. Tomo mengaku belum sanggup untuk menerima pemesan lainnya karena dari keduanya juga Tomo sudah harus memproduksi 200 lusin setiap bulannya. Tomo mengaku kalau dirinya tidak mau untuk meminta kredit pinjaman dari Bank.

Ketika pesanan terus bertambah, otomatis Tomo juga harus menambah jumlah karyawannya. Disamping itu, Tomo juga harus memindahkan tempat produksinya dari garasi rumahnya ke garasi salah satu partner bisnisnya di bilangan Jakarta Selatan.

Walaupun pesanan yang Tomo terima tergolong lancar, namun Tomo mengaku masih mengalami kendala dalam perputaran dana. Hal ini dikarenakan pembayaran pesanan yang menggunakan giro terkadang hingga membutuhkan tiga bulan untuk mencairkannya. Malah tidak jarang Tomo menerima giro kosong.

Saat ini Tomo menerima pasokan bahan dari pabrik kain yang berasal dari kota kembang, Bandung. Tomo mengaku mampu membelanjakan uang hingga 26 hingga 30 juta rupiah untuk setiap dua minggu sekali. Tomo menjual pakaian senamnya dengan harga 60 ribu rupiah. Sedangkan dia menggaji karyawannya dengan harga 6 ribu rupiah per piece.

Di tahun 2006 Tomo yang mendapatkan omzet hingga 100 juta rupiah per bulan ini telah memiliki dua buah mobil dan sebuah rumah di kawasan serpong. Selain itu Tomo juga bercita-cita memiliki bisnis lain di bidang showroom mobil.

Kisah sukses Tomo yang tim Pakar Konveksi bagi ke dalam tiga bagian artikel mungkin dapat menjadi inspirasi dan juga pelecut semangat bagi teman-teman yang menggeluti bidang bisnis konveksi.

Kisah Sukses Agung Puntoro di Bidang Konveksi (2)


Pakar Konveksi – Pada awalnya Tomo hanya berprofesi sebagai makelar dari bahan kain spandex yang biasa dijadikan pakaian senam ke berbagai konveksi di Ibukota. Kalau menilik istilah para pedagang kain Tanah Abang, pekerjaan Tomo terdahulu bisa juga disebut dengan istilah ngangtau.

Tomo hanya menjalani profesi ini selama enam bulan saja. Karena pemasok Tomo yang merupakan perusahaan importir asal Korea harus gulung tikar. Tomo juga sempat kehilangan mesin pencari rizki hingga beberapa lama.

Di saat terkelam dalam hidupnya itulah Tomo melihat kakaknya yang sudah berprofesi sebagai pengusaha bisnis konveksi untuk pakaian senam. Tomo pun mencoba untuk melakukan survei ke beberapa konveksi yang dulu pernah dia kenal melalui pekerjaan sebagai seorang makelar.

Ternyata, Tomo menemukan bahwa konveksi memiliki hasil yang lumayan, enak dan juga pasti. Dari sana lah Tomo mulai melangkah di bidang konveksi dengan bermodalkan tabungannya selama jadi makelar dulu.
Dari rumahnya di komplek perumahan Ciputat, Tangerang Tomo memulai bisnisnya. Dengan bermodalkan 45 juta rupiah di tahun 2003 Tomo memulai bisnisnya. Berawal dari hanya dua orang karyawan saja. Tomo masih ingat bahwa orderan pertamanya datang dari seorang teman yang membuka toko pakaian di pusat grosir Tanah Abang.

Awalnya Tomo mengalami banyak kecacadan dalam produksinya. Mulai dari jahitan yang kurang rapi, hingga pola yang salah. Namun itu semua tidak mengundurkan semangatnya tapi malah membangkitkan keinginannya untuk memperbaiki diri.

Untung saja temannya tersebut tetap mempercayai Tomo untuk terus memasok pakaian senam ke tokonya. Berawal dari setengah sampai satu lusin per minggu perlahan namun pasti bertambah menjadi 10 lusin per minggunya. Bahakan belakangan Tomo mempunyai pelanggan baru yang membuka toko di daerah ITC Mangga Dua, Jakarta.

Kisah Sukses Agung Puntoro di Bidang Konveksi (1)


Pakar Konveksi – Agus Puntoro mengawali usahanya dengan menjadi makelar bahan pakaian bagi para pengusaha konveksi. Namun setelah dia melihat untung yang lumayan tinggi dari usaha konveksi, dia mencoba untuk mengadu nasib dengan menjadi pengusaha konveksi di bidang pakaian senam. Dan kini Agus Puntoro menghasilkan omzet hingga 100 juta rupiah setiap bulannya.

Terdengar suara mesin jahit dan obras bersahut-sahutan dari sebuah garasi kecil di daerah bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Terlihat di dalamnya lima orang penjahit pri sedang sibuk mengejar pesanan yang harus selesai sebelum pertengahan September 2006. Saat itu sedang mendekati bulan puasa. Dan saat bulan puasa nanti para pekerja akan libur untuk menjalani libur Ramadhan.

Pemiliki konveksi tersebut yang bernama Hutomo Agus Puntoro mengakui bahwa pesanan konveksi pakaian senam di bulan puasa bisa disebut sepi atau bahkan nihil. Oleh karena itulah Agus memilih untuk meliburkan usaha koneksinya yang mernama Tom’s Center Line selama bulan puasa.

Pria yang lebih akrab disebut dengan Tomo ini sudah tiga tahun menjalani bisnis konveksi. Dia sendiri menjalani bisnis ini bersama dengan teman kuliahnya saat berkuliah di Universitas Nasional, Jakarta. Tapi dengan mengandalkan bisnis rumahan nya itu, Tomo berhasil meraup uang hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.
Tomo mengaku bahwa awalnya dia hanya melihat sebuah peluang saja tanpa berpikir kalau peluang yang dia lihat itu akan memberikan dampak besar bagi kehidupan ekonominya.

Perbedaan Produksi dalam Bisnis Konveksi dan Garment


Pakar Konveksi – Mari sejenak kita berehat dan mencoba untuk mengidentifikasi serta mendefinisikan terlebih dahulu apa itu sebenarnya bisnis konveksi.

Dalam berbagai literatu bisnis dunia, tidak ada yang namanya bisnis konveksi. Sekeras apapun anda mencarinya bisnis konveksi tidak akan anda temukan di kamus bisnis manapun. Namun di Indonesia, bisnis konveksi eksis dan nyata keberadaannya.

Dalam proses produksi manufaktur garment terhadap sebuah proses di mana kain yang berupa barang setengah jadi diproses untuk menjadi pakaian jadi. Proses perubahan material setengah jadi menjadi pakaian siap pakai terdiri dari tiga buah proses besar yaitu memotong (cutting) sesuai denga pola, proses menjahit (making) dan proses merapikan (trimming).

Proses trimming terdiri dari berbagai proses seperti mensablon, memasang kancing, memberikan aksen bordir dan berbagai proses sejenisnya. Ketiga proses tersebut adalah tiga buah proses yang dikerjakan oleh penggiat konveksi. Lebih populer dengan sebutan CMT A(Cut, Make and Trim).

Perbedaan antara konveksi dengan garment dapat dilihat dari proses produksinya. Dalam garment proses produksi dibagi berdasarkan sub proses. Misalkan proses pembuatan kerah baju bagi berkonsentrasi di bidang pembuaran kerah baju saja.

Sedangkan di bidang konveksi, proses produksi dikerjakan secara menyeluruh dan tidak bagian per bagian seperti dari garment. Operator jahit bertanggung jawab untuk membuat pakaian utuh mulau dari membuat pola, menjahit kerah lengan dan seterusnya hingga menjadi pakaian utuh.

Dari paparan di atas terlihat jelas bagaiman proses produksi pada konveksi dilakukan. Dan kini para pembaca juga sudah mengetahui perbedaan jelas antara konveksi dan juga garment.

Alasan Bisnis Konveksi Diminati di Indonesia


Pakar Konveksi – Bisnis konveksi merupakan salah satu jenis bisnis yang paling populer di Indonesia untuk saat ini. Bisnis konveksi telah tersebar di seluruh daerah se antero tanah air.

Alasan dari kepopuleran bisnis konveksi adalah karena dua hal. Yang pertama tentu saja karena produk yang dihasilkan oleh bisnis konveksi merupakan produk utama yang umum digunakan oleh manusia yaitu pakaian. Sehingga konveksi memiliki pangsa pasar yang tidak akan habis tergerus oleh zaman. Inilah kenapa banyak orang yang berniat untuk mengembangkan diri di bidang konveksi.

Yang kedua adalah karena bisnis konveksi bisa dimulai walaupun tidak memiliki modal yang besar. Seseorang yang pertama kali terjun ke dunia bisnis konveksi dapat langsung menjalankan bisnis ini dengan bermodalkan tiga buah mesin jahit saja. Ditambah lagi dalam skala industry harga mesin jahit bisa dikatakan tidak telalu mahal.

Coba kita bandingkan harga mesin jahit yang kini beredar dengan harga mesin-mesin produksi Industry lainnya yang memiliki harga ratusan juta hingga milyaran rupiah. Sedangkan harga mesin jahit dapat mencapai ratusan ribu saja.

Ukuran mesin jahit yang tidak terlalu besar juga membuat potensi pertambahan pelaku bisnis ini meningkat. Bisnis konveksi dapat dimulai hanya dari garasi rumah yang ukurannya beberapa meter persegi saja. Dan dia tidak membutuhkan pabrik yang luasnya mencapai ribuan meter persegi.

Entry barrier yang ringan inilah yang menyebabkan banyak orang memberanikan diri untuk mencoba ber bisnis konveksi.

Arti Kata Konveksi


Pakar Konveksi – Tidak banyak yang tahu dari mana asalnya arti kata konveksi yang sebenarnya. Sebagian orang hanya mengartikan konveksi sebagai kegiatan proses produksi pakaian dalam skala besar namun tidak lebih besar daripada garment.

Konveksi mempunyai skala di bawah 10 ribu per bulan sedangkan garment memilki skala di atas itu. Namun kini, sudah banyak konveksi yang dapat memproduksi hingga satu juta pakaian per bulan. Skala yang nyaris menyamai skala dari garment.

Mereka tidak lantas menyebut diri mereka garment. Mereka hanya menyebut diri mereka dengan konveksi besar ataupun semi-garment. Alasannya satu saja, karena mereka menghindari pajak.

Pakar Konveksi bukanlah konveksi dengan skala hingga mendekati garment. Pakar Konveksi tetap memegang teguh skala produksi kecil hanya demi menjaga kepercayaan konsumen kepada Pakar Konveksi. Namun Pakar Konveksi ingin berkembang menjadi garment jika Allah mengizinkan, karena Pakar Konveksi tidak takut terhadap pajak.

Kembali ke pokok pembahasan kita. Konveksi sebenarnya adalah kata Ilmiah dalam Ilmu Fisika. Konveksi ialah pergerakan molekul pada cairan, gas dan juga rheid. Konveksi tidak dapat terjadi pada benda padat karena pada benda padat hal ini disebut dengan difusi.

Konveksi merupakan cara perpindahan panas dan juga massa utama. Perpindahan tersebut terjadi melalui difusi dan juga adveksi. Kata konveksi biasa digunakan untuk mengistilahkan media perpindahan panas.
Konveksi yang dalam istilah fisika lalu diadaptasi oleh garment untuk menciptakan istilah konveksi. Konveksi sendiri adalah istilah yang digunakan garment untuk memindahkan kontrak kerja yang mereka miliki kepada manufaktur-manufaktur skala kecil yang kemudian biasa disebut dengan konveksi.

Pakar Konveksi Siap Mengikuti Perang Seragam Euro 2012 (2)


Pakar Konveksi – Euro 2012 tidak hanya menghadirkan pertempuran antara negara-negara terbaik di benua Eropa, namun juga pertempuran bagi para produsen seragam olahraga kelas dunia. Konveksi pakaian olahraga raksasa ini berebutan untuk menjadi produsen yang akan menjadi referensi model konveksi-konveksi yang tengah berkembang seperti Pakar Konveksi.

Dalam artikel sebelumnya Pakar Konveksi mengadirkan bagaimana Nike berusaha untuk menghadirkan desain minimalis namun sekaligus elegan bagi para pelanggannya. Desain yang sebenarnya menjadi favorit dan juga keahlian dari Pakar Konveksi.

Desain-desain seperti ini selain harga produksi dan tingkat kesulitan yang rendah, namun juga dapat memberikan penggunanya kenyamanan yang dibalut dalam kesederhanaan dalam berpakaian. Dengan begitu, para penikmat olahraga sepakbola dapat beraksi di dalam kenyamanan dan juga kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Sedangkan konveksi pakaian olahraga yang berdiri sejak tahun 1924, Umbro. Tercatat menjadi sponsor resmi dari dua negara britania yaitu Inggris dan irlandia. Kesan simple terlihat dari desain kostum sepak bola kedua negara ini.

Perusahaan konveksi raksasa asal Jerman juga mencatatkan diri sebagai sponsor resmi beberapa negara peserta Euro 2012 yang akan dihelat di Polandia dan juga Ukraina. Negara Spanyol, Ukraina, Denmark, Rusia, Yunani dan juga Jerman menjadi pengguna kostum yang diproduksi oleh Adidas. Kesederhanaan yang dibalut gaya retro menjadi terobosan besar desain “three strips” yang membuat kostum semakin kuat.
Gaya klasik juga menjadi khas yang dipertahankan oleh Puma. Italia dan Republik Ceko menjadi dua negara yang mempertahankan gaya klasiknya dalam perhelatan Euro 2012 ini.

Apakah para pembaca mempunyai pilihan untuk seragam tim Favorit kalian? Jangan khawatir, apapun seragam sepak bola yang pembaca pesan, Pakar Konveksi dengan senang hati akan mewujudkannya untuk anda.

Pakar Konveksi Siap Mengikuti Perang Seragam Euro 2012 (1)


Pakar Konveksi – Tidak lama lagi perhelatan sepakbola terakbar di benua biru yang bernama Euro 2012 akan segera bergulir. Bergulirnya pesta sepakbola ini berarti bertambah juga pesana seragamsepakbola ke Pakar Konveksi.

Dan menghadapi pembludakan ini Pakar Konveksi telah bersiap diri untuk penyediaan bahan baku seragam olah raga tersebut. Untuk urusan kostum sepakbola Pakar Konveksi sudah lebih berpengalaman dan biasa untuk memproduksinya.

Kembali lagi ke Euro 2012. Pesta perebutan gelar terbaik se Eropa tidak hanya terjadi di lapangan. Di sisi kostum sepakbola pun ke 32 tim berperang untuk menjadi pemakai kostum terbaik. Tercatat 32 kostum sepakbola resmi home away bagi para peserta Euro 2012.

Nike, Umbro, Adidas dan juga Puma. Berlomba-lomba untuk menghadirkan kostum terbaik yang dapat memanjakan mata para penikmat Euro 2012 ini. Dan ini juga menjadi sarana bagi Pakar Konveksi untuk mendapatkan referensi model kostum olahraga terbaik. Karena bisa jadi, ketidakmampuan sebuah konveksi untuk memproduksi seragam sepakbola yang diinginkan pemesan akan menjadi nilai negatif yang mengecewakan bagi konsumen.

Padahal Pakar Konveksi sejak berdirinya telah berhasil menjaga kepercayaan konsumen yang memproduksi seragam olahraga padanya.

Nike berhasil menyokong lima buah negara peserta Euro 2012. Kelima negara tersebut adalah Portugal, Prancis, Polandia, Kroasia dan juga Belanda. Desain minimalis anmun tetap elegan menjadi andalah Nike dalam perhelatan Euro 2012 ini.

Pakar Konveksi sendiri merupakan konveksi yang sejalan dengan pemikiran Nike. Bagi Pakar Konveksi, kostum olahraga yang minimalis selain dapat menghemat biaya produksi namun juga dapat membuat kenyamana tersendiri bagi penggunanya.

(Bersambung)

Kostum Sepakbola Ramah Lingkungan Contoh Konveksi Indonesia (2)


Pakar Konveksi – Nike sebagai pioneer pakaian olahraga ramah lingkungan yang diproduksi dengan  menggunakan bahan plastik daur ulang mengklaim bila kostum karya mereka tersebut lebih fleksibel dan memiliki daya renggang yang tinggi. Ditambah lagi, jersey tersebut memiliki ratusan lubang pada bagian ketiak dan pinggangnya sehingga mampu mengatur dan juga menjaga suhu badan para petarung lapangan hijau ketika beraksi di pentas Euro 2012.

Nike pada dasarnya hanya membuat bahan polyester versi mereke sendiri. Bahan polyester adalah bahan yang paling sering pakar konveksi gunakan untuk membuat kostum olahraga yang memiliki harga murah.

Namun dikarenakan bahan polyester versi konveksi nike merupakan bahan yang terbuat dari plastik daur ulang, maka Nike telah mengurangi konsumsi energi bumi sebanyak tiga puluh persen daripada memproduksi bahan konveksi polyester seperti biasanya. Tercatat Nike telah berhasil mendaur ulang sekita tiga belas juta botol plastik . Dan bila dikumpulkan dalam satu tempat maka botol plastik itu dapat menutupi dua puluh sembilan lapangan sepak bola.

Dan jika botol-botol plastik itu dijajarkan maka panjangnya akan setara dengan tiga ribu kilometer atau lebih panjang daripada garis pantai Afrika Selatan. Wajar saja bila kemudian Nike mengklaim diri mereka sebagai pioneer dalam memproduksi peralatan olahraga yang ramah terhadap lingkungan.

Bila Nike berani mengklaim diri mereka sebagai konveksi yang mampu memproduksi kostum ramah lingkungan maka Pakar Konveksi pun berani mengklain diri kami sebagai konveksi yang memiliki kualitas produksi di atas rata-rata konveksi Bandung dan juga Indonesia.

Walaupun Pakar Konveksi dan juga Nike memiliki harga jual yang lebih tinggi dengan konveksi dan juga produsen kostum sepakbola lainnya, namun Pakar Konveksi dan juga Nike memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh konveksi konveksi lainnya.

Kostum Sepakbola Ramah Lingkungan Contoh Konveksi Indonesia (1)


Pakar Konveksi - Perhelatan Euro 2012 erat hubungannya dengan kepedulian akan bumi. Selain dengan stadion-stadion yang digunakan adalah stadion-stadion yang ramah lingkungan, ternyata kampanye terhadap green earth juga dilakukan oleh lima negara peserta Euro 2012.

Tercatat kelima negara itu telah memodifikasi jersey atau biasa disebut dengan kostum sepakbola mereka dengan bahan yang sebenarnya tidak lazim. Sangat berbeda dengan bahan yang biasa digunakan oleh pakar konveksi dalam membuat seragam olahraga.

Bayangkan saja, mereka membuat seragam sepakbola mereka dengan menggunakan lebih dari 13 jenis botol minuman yang telah didaur ulang. Hasilnya pun sangat luar biasa. Seperti halnya baju olahraga yang biasa di produksi oleh pakar konveksi, kostum tim kelima negara itu enak dilihat, ringan, tetap kering sekaligus sejuk ketika dipakai.

Negara-negara peserta Euro 2012 yang menggunakan jersey ramah lingkungan antara lain adalah tuan tumah Polandia, Kroasia, Portugal, Belanda dan juga Prancis. Kostum berbahan dasar plastik ini diproduksi oleh produsen peralatan olahraga dan juga suri tauladan bagi banyak konveksi dunia yaitu Nike yang berpusat di Amerika Serikat.

Konveksi terbesar di dunia itu mengkalim kalau bahan plastik dari botol-botol daur ulang yang mereka gunakan tidak akan mempengaruhi aksi dan juga performa para aktor lapangan hijau di lapangan nanti. Dengan teknologi Dri-FIT yang Nike ciptakan, maka akan menjaga tubuh para pesepak bola tetap kering dan sejuk ketika menggunakannya.

Selain itu, konveksi kelas dunia ini mengatakan bahwa kostum bola terbaru mereka ini lebih ringan daripada kostum bola biasanya yang juga sering diproduksi oleh Pakar Konveksi. Jersey yang mereka gunakan merupakan jersey aerodinamis yang lebih pas dengan badan sehingga akan membuat tubuh para aktor lapangan hijau tersebut terlihat lebih atletis.

(Besambung)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls